Penyusuan Dalam Islam

Berdasarkan buku yang saya baca yang berjudul “Anda Bertanya Islam Menjawab” karya Prof.Dr.M. Mutawalli asy-Sya’rawi yang membahas mengenai penyusuan dalam islam, saya mencoba memberikan sedikit informasi mengenai pembahasan tersebut dan semoga saja bermanfaat.

pertanyaan:
Mohon dijelaskan masalah penyusuan dari segala seginya.

jawab:

  1.  Apa yang diharamkan karena nasab, diharamkan pula karena penyusuan.
    Allah berfirman dalam surah an-Nisaa’ ayat 23,
    “Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu, anak-anakmu yang perempuan, saudara-saudara yang perempuan, saudara-saudara ibumu yang perempuan, anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki, anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan, ibu-ibu yang menyusui kamu (ibu susu) dan saudara-saudara perempuan sepersusuan.”
  2. Para ulama mengambil keputusan dari ketentuan syariat bahwa apa yang diharamkan karena penyusuan, tidak selamanya sama seperti yang diharamkan karena nasab (keturunan)
  3. Balita yang belum mencapai usia 2 tahun (yaitu usia penyusuan) jika menyusu kepada seorang wanita, wanita itu menjadi ibu susunya. Anak-anak ibu susuan, baik dari suami sekarang, atau suami yang terdahulu maupun yang akan datang, semuanya menjadi saudara-saudara susu bagi anak yang menyusu itu, suami ibu susuan menjadi ayah susuan dan anak-anak dari ayah susuan walaupun dari ibu yang lain juga menjadi saudara susu. saudara dari ayah susuan menjadi pamannya.
  4. Masalah hanya sekali menyusu atau harus lima kali baru diannggap sah sebagai penyusuan adalah masalah khilafah. Penganut mazhab Hanafi dan Maliki berpendapat cukup dengan sekali menyusu, sedang mazhab Syafi’i dan Hambali mengharuskan lima kali menyusu.
    Pendapat pertama berdasarkan pada pemahaman ayat secara umum, sedangkan pemahaman yang kedua berdasar pada hadits sahih, yang kedua-duanya diriwayatkan oleh para sahabat.
  5. Penyusuan yang dianggap sah adalah sampai bayi itu sendiri melepaskan mulutnya dari puting ibu susu dengan kemauan sendiri, lama atau sebentar.
  6. Saudara-saudara dari anak-anak yang menyusu tidak terpengaruh apa-apa. Mereka boleh kawin dengan anak-anak dari ibu penyusu. Jadi yang terkena hukum penyusuan hanya yang menyusu saja.
  7. Yang mengatakan meskipun disusui satu tetes dan hanya sekali sudah terkena hukum penyusuan, tidak membedakan pula antara penyusuan lewat puting si ibu atau sendok atau cangkir, dan apakah itu lewat mulut atau hidung(bagi bayi yang sakit). Pokoknya asal diyakini bahwa air susu masuk keperut, dia sudah termasuk anak susuan
  8. Penyusuan hanya bagi bayi dibawah usia 2 tahun. Bila lebih(termasuk suaminya sendiri), lepas dari hukuman penyusuan.
  9. Sama pula hukumnya bagi wanita yang janda dan yang bersuami.
  10. Adapun yang transfusi darah bagi bayi tidak dapat disamakan dengan penyusuan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s