BALI!!! Bag 1

Pada liburan tahun lalu saya backpackeran bersama seorang kawan yang bernama Yuri dan tujuan kita adalah ke Bali. Rencananya kita akan berangkat menggunakan kereta api ketujuan Gubeng-Surabaya, lalu meneruskan lagi dengan kereta tujuan Banyuwangi dan menyebrang dengan kapal ferry dipelabuhan ketapang sampai Gilimanuk dan sampailah di Bali, itulah rencana awal kita untuk sampai di Bali.

Pukul 8.00 pagi kami telah mempersiapkan semua perlengkapan yang akan kami bawa, kebetulan pada hari keberangkatan itu kami menginap di rumah seorang kawan saya yang lainnya. Setelah kami merasa semuanya sudah siap dan tidak ada yang terlupakan, kami pun siap berangkat menuju ke stasiun Jakarta Kota tempat awal keberangkatan kami. Sampai stasiun kereta waktu sudah menunjukan jam 10.00 pagi dan perut kami pun terasa lapar karena baru ingat tadi pagi kami belum sarapan, kami pun mencari makan ke tempat wisata Kota tua yang memang tidak jauh dari stasiun. Mencari makan sambil jalan- jalan dan juga untuk menunggu kedatangan kereta yang memang dijadwalkan pada pukul 1 siang. Setelah selesai makan dan jalan-jalan di Kota tua kami langsung kembali ke stasiun dan memesan tiket tujuan gubeng- Surabaya. Kami berangkat menggunakan kereta Gaya baru malam selatan dengan harga tiket Rp 34000,- dan di tiket kami tertulis “tanpa tempat duduk”, yah….nampaknya kami akan melakukan perjalanan berjam-jam dengan berdiri . Teng… pukul  1 siang kereta pun sudah masuk stasiun para penumpang sudah bersiap-siap di pinggir peron stasiun untuk berebut masuk.

Awal keberangkatan dari stasiun Kota kondisi dalam kereta tampak masih banyak bangku yang kosong namun setelah memasuki stasiun Senen kereta sudah mulai di penuhi para penumpang. Kami pun mulai mencari posisi yang nyaman maklum kami tidak memiliki tiket tanpa tempat duduk. Setelah kereta masuk ke stasiun Bekasi kondisi dalam kereta sudah penuh sesak dan di tambah lagi oleh penjual makanan dan minuman terus lalu lalang tanpa henti yang membuat kondisi dalam kereta makin sesak. Selepas Stasiun Bekasi tadi saya sudah tidak bisa duduk atau jongkok karena karena kondisi kereta yang mulai padat dengan orang dan barang bawaannya, jadi saya terpaksa berdiri dan begitu juga teman saya yuri. Didalam kereta hampir tidak ada tempat yang kosong, semua tempat penuh oleh para penumpang dan barang bawaannya. Bahkan toilet  di dalam kereta pun di penuh sesak oleh penumpang dan saya berpikir bagaimana kalau nanti kalau saya kebelet buang air… haduh… tidak dapat saya bayangkan.

Setelah melewati beberapa stasiun kondisi di dalam kereta makin penuh dan sesak dan kaki saya pun mulai pegal dan kesemutan. Dalam kondisi yang penuh sesak saya mencoba untuk jongkok dan  duduk sejenak untuk menghilangkan rasa pegal dan kesemutan di kaki, namun kondisi itu lebih tidak nyaman karena kepala saya sering terkena barang dagangan  dari para pedagang yang lewat hilir mudik dalam kereta. Melihat kondisi dalam kereta yang seperti itu saya mencoba tenang dan menikmati perjalanan ini, maklum waktu yang kita tempuh dalam perjalanan ini sekitar 13 jam lebih. Dalam perjalanan yang lelah dan masih panjang ini saya berpikir kenapa PT KAI tidak memperbanyak jumlah armadanya karena mellihat para penumpang yang menurut saya tidak mendapatkan fasilitas yang layak, bahkan sangat jauh dari layak karena penumpang harus berdesakan bahkan sampai ke dalam toilet dan seharusnya PT KAI lebih memperhatikan itu dan semoga saja kedepan pengelolaan kereta api di Indpnesia lebih baik lagi. Ditengah pikiran saya yang kemana-mana dari ujung gerbong kereta terdengar suara orang yang sedang menyanyi dengan suara yang khas yaitu suara waria… hahahahaha…. ya.. tampaknya ada seorang pengamen waria yang sedang menyanyikan lagu Ayat-Ayat Cinta yang di aransemen ulang oleh dia sendiri dan lagu itu terdengar aneh dan lucu karena ada lirik-lirik lagunya yang aneh dan mengelitik saya untuk tertawa, kalau tidak salah inilah sepenggal liriknya.
“Ayat-ayat cinta pun menggema….  dugg… duggg… ceepprrooottt!!!”..
hahahaha… sungguh tidak jelas apa maksud dari liriknya, tapi yang jelas waria itu mampu menghibur para penumpang yang mungkin mulai lelah dan penat dengan kondisi didalam kereta.

Hari sudah gelap jam sudah menunjukan pukul 20.00 dan perutpun sudah mulai terasa lapar. Kami pun membeli nasi bungkus yang di jual pedagang di dalam kereta seharga Rp 5000,-. Walaupun isinya tidak terlalu banyak tapi cukup mengisi perut yang lapar ini.. hehehehehe. Walaupun sudah jam hampir jam 9 malam kondisi kereta masih sangat penuh.. haduuhhh kaki pun sudah mulai gejala- gekala kram karena sudah 8 jam  saya berdiri dan baru sekitar jam 11 kondisi kereta mulai agak kosong dan saya bisa meluruskan kaki yang sudah mulai kram dan perut pun sudah mulai agak sakit ingin buang air, tapi kondisi toilet di kereta tidak memungkinkan saya untuk buang air jadi terpaksa harus di tahan.

Hampir 14 jam lebih perjalanan dan belasan atau puluhan stasiun telah dilalui dan sekitar jam 3 pagi lebih akhirnya sampai juga di Stasiun Gubeng- Surabaya, hah,, tubuh terasa pegal semua dan perut pun makin mulas. Turun dari kereta langsung mencari kamar mandi, sudah sampai kamar mandi penuh pula lagi… haaaahhh… jadi harus antri dulu… arrggghhh.

Pukul sudah menunjukan jam 4 pagi, kami pun keluar dari stasiun untuk mencari masjid untuk shalat subuh dan juga untuk istirahat sejenak, maklum tujuan kita berikutnya adalah Banyuwangi yang juga akan ditempuh dengan kereta dengan jadwal keberangkatan jam 2 siang, jadi kami mencoba mencari tempat istirahat dulu.

2 thoughts on “BALI!!! Bag 1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s