RESUFFLE KABINET

sumber : google

sumber: google

Isu-isu akan diadakannya resuffle atau pergantian sejumlah menteri kian ramai diperbincangkan. Pergantian sejumlah menteri atau yang istilahnya adalah resuflle ini adalah hal yang biasa dilakukan oleh presiden apabila dianggap ada sejumlah menterinya yang kurang cakap dalam menjalankan tugas dalam departemen yang dibawahinya. Sejumlah presidenpun pernah melakukan pergantian pada kabinetnya dan yang kini banyak diperbincangkan adalah akan adanya resuffle yang akan dilakukan oleh presiden SBY dalam memperbaiki kinerja bawahannya yang dianggap kurang maksimal.

Kebijakan dari presiden yang akan melakukan resuflle terhadap sejumlah menterinya mendapat berbagai macam pandangan dari masyrakat, baik itu pandangan yang mendukung di lakukannya resuflle kepada sejumlah menteri  yang dianggap gagal dalam melakukan tugas dibawah departemen yang dipimpinnya dan menteri yang sedang terlibat masalah dugaan korupsi dan ada yang menganggap resuflle yang dilakukan presiden hanyalah untuk kepentingan politik saja, karena presiden sekarang ini berada dalam lingkaran kepentingan dari elit-elit politik yang berada dalam lingkaran koalisi dari partai- partai yang mendukung presiden dalam pilpres 2009. Seharusnya presiden yang mempunyai hak prerogratif seharusnya mempunyai hak mutlak dalam memilih siapa saja yang dia inginkan untuk menjadi pembantunya dalam menggerakan roda pemerintahan. Kesan akan bagi-bagi kekuasaan atau istilah yang boleh kita pakai adalah sebagai jatah karena telah ikut memenangkan “sang presiden” ketampuh pimipnan yang tertinggi sangat terlihat dari sejumlah menteri yang yang merupakan pimpinan partai yang ikut memenangkan presiden yang tergabung dalam partai koalisi.

Sebelum adanya isu resuflle ini memang bnyak yang mempertanyakan sedikitnya kalang profesional yang menduduki jabatan menteri, karena banyak pos-pos menteri diisi oleh orang-orang partai baik itu dari partai sang presiden sendiri atau dari partai koalisi yang mendukung pemerintah. Kesan akan bagi-bagi jatah inilah yang banyak dianggap bahwa pemerintah lebih mementingkan kepentingan politiknya dibandingkan mementingkan kepentingan masyarakat dengan menaruh para profesional di dalam kabinetnya. Dan kini isu resuffle pun mulai banyak di perbincangkan, dan apakah pergantiaan sejumlah menteri ini akan efektif atau hanya resflle ini hanya sebuah tarik ulur dalam usaha utuk melancarkan dalam pemilu 2014 nanti, entahlah yang jelas dalam masa pemerintahan yang hanya tinggal kurang dari 3 tahun sebaikny presiden dapat bertindak yang lebih konkrit dalam kebijakannya.

Kebijakan yang akan dijalankan presiden kali ini pun juga menuai kritikan lain. Selain akan mengganti sejumlah menteri yang kurang bagus kinerjanya, presiden juga akan mengangkat sejumlah wakil menteri yang akan membantu seorang menteri dalam menjalankan tugasnya dalam membawahi sebuah departeman. Kebijakan ini dianggap sebagai suatu pemborosan karena akan menambah pengeluaran APBN dan kabinetpun  menjadi lebih “ gendut”. Efektifkah dengan adanya wakil mentri ini? Entahlah yang jelas dalam pengangkatan menteri ini adalah untuk meningkatkan kerja dalam kementerian terkait dan kita semua berharap dengan resuffle dan pengangkatan sejumlah wakil menteri ini tidak hanya membuang-buang dana APBN dengan sia-sia. Kita sebagai masyarakat tidak butuh janji-janji perubahan tapi yang kita butuh adalah sebuah kenyataan dimana kita dapat hidup sejahtera sebagaimana cita-cita para pendahulu kita dan kita tunggu saja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s