MANAJEMEN PROYEK DAN RESIKO

Dalam menjalankan sebuah perusahaan atau sebuah instantsi kita harus memikirkan sebuah perncanaan yang matang agar perusahaan atau instansi yang kita jalani dapat berjalan dengan baik dan tentunya mendapatkan keuntungan dari usaha yang kita jalani dan salah satunya perencanaan yang kita siapkan adalah manajemen proyek dan resikonya.Manajemen proyek dan resiko memainkan peranan yang sangat penting dalam dalam sebuah perusahaan atau pekerjaan karena keduanya saling beketerkaitan. Manajemen proyek merupakan penerapan dari pengetahuan, keterampilan pada aktivitas-aktivitas proyek supaya persyaratan dan kebutuhan dari proyek terpenuhi dan manajemen resiko merupakan strategi dalam pembuatan atau pengambilan keputusan yang dapat mengurangi resiko yang akhirnya akan menekan biaya kerugin yang lebih besar nanti.

Manajemen proyek

Manajemen proyek adalah cara mengorganisir dan mengelola sumber penghasilan yang penting untuk menyelesaikan proyek. Sebuah proyek juga dapat diartikan sebagai upaya atau aktifitas yang diorganisasikan untuk mencapai tujuan, sasaran, dan harapan-harapan penting dengan menggunakan anggaran dana serta sumber daya yang tersedia yang harus diselesaikan dalam jangka waktu tertentu. Proyek selalu melibatkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Senantiasa dibutuhkan pemberdayaan sumber daya yang tersedia, yang diorganisasikan untuk mencapai tujuan, sasaran, dan harapan penting tertentu. Aktifitas atau kegiatan pada proyek merupakan sebuah mata rantai, yang dimulai sejak dituangkannya ide, direncanakan kemudian dilaksanakan, sampai benar-benar memberikan hasil yang sesuai dengan perencanaannya semula. Proyek merupakan aktifitas yang bersifat temporer. Selalu ada pembatasan dalam pelaksanaannya dan juga dalam skala tertentu.

Manajemen resiko

Manajemen resiko memainkan peranan yang samgat penting dalam dalam pelaksanaan sebuah proyek yang mungkin akan adanya berbagai resiko. Hal-hal yang berkaitan dengan manajemen resiko merupakan permasalahan khusus dan amat luas cakupannya. Praktek manajemen resiko meliputi beberapa langkah, salah satu diantaranya adalah ansuransi, selain itu menjaga keselamatan manusia, peralatan, serta keamanan bagi seluruh kekayaan perusahan atau proyek yang sedang kita jalani sebetulnya merupakan bagian dari manajemen proyek dan termasuk didalamnya adalah memperhatikan keselarasan dan keseimbangan keadaan dan lingkungan pada umumnya. Karena upaya-upaya memperhatikan keselamatan, keamanan dan lingkungan yang diperlukan dilapangan termasuk dalam langkah-langkah untuk menghindarkan dan mengurangi resiko. Dalam buku manajemen resiko pada perusahaan dan birokrasi oleh Hinsa Siahaan mengatakan untuk menjalankan manajemen resiko dengan tepat guna dan berhasil guna, terdapat tujuh prinsip-prinsip yang harus digunakan sebagai landasan:
1. Pandangan global (global perspective)
2. Mengantisipasi kedepan (forward looking view)
3. Komunikasi terbuka (open communication)
4. Manajemen terpadu (integrated management)
5. Proses berkesinambungan (continuos process)
6. Berbagi visi tentang produk
7. Kerjasama tim (team work)

Contoh dari manajemen proyek dan resiko:
Manajement Resiko Proyek Pengembangan Perangkat Lunak Mybiz 2 di Software House ABC
Software House ABC merupakan sebuah perusahaan pembuatan perangkat lunak yang memprioritaskan dirinya dalam pengembangan perangkat lunak produksi masal untuk keperluan perusahaan dagang, khususnya dalam hal inventory dan payroll. Salah satu proyek perangkat lunak yang sedang dikembangkan saat ini adalah MyBiz 2. Dalam proses pengembangannya, seringkali Software House ABC harus menghadapi resiko atau masalah yang sifatnya tidak terduga. Resiko yang muncul akan menghambat jalannya proses pengembangan perangkat lunak. Metode yang digunakan untuk mengatasinya selama ini bersifat reaktif atau hanya akan direncanakan jika resiko sudah benar-benar terjadi. Karenanya Software House ABC membutuhkan sebuah metode manajemen resiko khususnya untuk proyek MyBiz 2 ini. Penelitian ini dilakukan berdasarkan metodologi manajemen resiko proyek pengembangan perangkat lunak yang ada dan dilakukan melalui lima tahap yaitu tahap perencanaan manajemen resiko, tahap identifikasi resiko, tahap analisa resiko, tahap perencanaan respon resiko, dan tahap pengawasan dan kontrol resiko. Tujuan dari penelitian ini adalah menerapkan manajemen resiko sesuai dengan metodologi yang ada pada proyek MyBiz 2. Hasil yang diharapkan dari penelitian adalah dokumentasi penerapan manajemen resiko proyek pengembangan perangkat lunak MyBiz 2 di Software House ABC.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s